![]() |
| "Pengorbanan" |
Senja pagi menyinari seluruh dunia, awal dai sebuah hari yang terus beganti
dengan malam menjadi penutupnya. Hembusan angin yang menyegarkan berirama
meyusun rindangnya panorama alam yang subur dan tentram semua keresahan seakan
hilang yang ada dalam hati yang risau, Burung-burung terus berkicau
seolah menandakan keceriaan yang terus terpapar oleh Ribuan pohon yang
berfungsi sebagai penyeimbang alam. Lautan yang luas menunjung keberkahan yang
diberikan maha kuasa dan birunya air melambangkan kesucian yang terus
terpancar. Sungguh indah negeri ini. Maha Kuasa rupanya terlah meanugerahkannya
sebagai rasa syukur kepada negeri ini. Inilah potret dari desa Khalifans yang
dianugerahkan segala macam kesejahteraan dan kesuburan tanah yang dimiliki, tak
seorang pun menghiraukan tanah ini, apabila ada seseorang yang datang ke desa
ini tak mau kembali ke tempat asalnya. Pemimipin Nya pun selalu berlaku adil
pada semua orang dan tak membedakan derajat kasta yang dimiliki warganya,
Apabila ada seseorang yang salah atau melanggar aturan , maka iya tak
segan-segan untuk menghukumnya tak mebedakan jabatan,keluarga atau temannya
sendiri, Menurutnya siapa yang bersalah pasti mendapatkan hukuman. Desa
Khalifans adalah desa besar yang telah menaungi banyak wilayah , memang melihat
ini bisa dikatakan bukan perdesaan, betapa luasnya desa ini, seolah-olah banyak
kerajaan yang ingin menaklukannya, apabalagi ditambah dengan kesuburan tanah
nya pasti semua raja akan berfikir keras demi menggengam desa ini. Pemimpin
dari Desa ini bernama Asgan Sang pendiri desa Khalifans, iya membangunnya
dengan susah payah dan luluh rentah dari awal hingga menjadi desa yang
besar dan demi terciptanya desa yang tentram dan nyaman untuk ditinggali. Ia
mempunyai seorang anak dari hasil pernikahannya dengan Elina, seorang putri
dari kerjaan Moul. Namun, Elina mati ketika melahirkan Aslan putranya,
kegembiraan dan kesedihan hati Asgan pun menyelimutinya. Jadi, Ia harus
membesarkan Aslan seorang diri, menjadi seorang Ayah sekalihus seorang ibu yang
merawat Aslan kecil.
Namun, sayang masa kepemimpinannya berlangsung singkat
hanya sekitar enam tahun. Mala petaka menghampiri desa Khalifans oleh
penyerbuan pasukan Prajurit Hitam, Asgan mati terbunuh oleh Kapitania seorang
Pemimpin prajurit Hitam ,ia mati sebagai seorang pahlawan desa dan namanya
tercantum di monument batu kebesaran yang di buat di perantaran desa. Ia pula
yang mampu menghentikan kebengisan parajurit hitam dan menyegelnya di sebuah
hutan terlarang jauh dari desanya sebelum ia mengembuskan nafas terkhirnya ia
menitipkan sebuah pesan kepada Asan adik sekaligus pendamping Asgan ketika
membangun desa.
“Uhh, Adikku Asan, rupanya waktuku tak lama lagi.
Kutitipkan Aslan padamu jaga dan rawatlah dia hingga menjadi penerus
kepemimpinan desa ini, ajarilah dia cara kepemimipinan dan seni bertarung, dan
ingatlah ini, Kapitans pasti akan bangkit lagi dan ia akan berusaha menanamkan
rasa perpecahan,kebengisan,tamak demi memuaskan ambisinya pada semua orang, aku
mampu menyegelnya hanya beberapa tahun saja, saat segelnya lepas ia pasti akan
kembali menghancurkan desa ini. Namun, Kelak Aslan putraku yang akan meneruskan
perjuanganku yang belum selesai ini, iya yang akan membunuh Kapitania dan
meyelamatkan desa dari ambisinya. Kuserahkan juga kepemimpinan desa padamu. Uhh
aku bahagia sekali bisa mati seperti ini. Selamat tinggal Asan jagalah Aslan
Mahkota Hidup Ku”.
Kepergian kakaknya membuat Asan merasa sedih dan ia
akan menjaga tanggung jawab yang kakanya berikan. Demi menjaga desa, menjaga
aslan dan melanjutkan kepemimpinan kakaknya sampai Aslan tumbuh menjadi dewasa
dan menjadi pemimpin selanjutnya
“Bailklah, kakak tak akan kusia-siakan pengorbananmu
itu, akan kujalankan semua pesan yang kau berikan kepadaku. Aku akan
bertanggung jawab , demi mejaga desa dan demi mejaga putramu itu.
END
END
Lanjut ke Jilid 2 : “Kesanggupan”

No comments:
Post a Comment