Saat ini dunia remaja and remaji sedang digonjang oleh gensional dan keprihatinan sosial tingkat tinggi. Yang seolah membuat batas antar remaja dari kalangan luar akan menjadi bumerang permusuhan yang berujung pada peperangan (maaf ini bukan peparangan salib yang melibatkan 2 kekuatan besar) Namun ini adalah seuatu realita yang terjadi di dunia yaitu the tempe knight of tawuran, Penamaan yang terkesan sarkas dan heroik namun mengandung kata tempe yang membuat kesan seperti sebuah peperangan tak bermakna,tak bertujuan, cemen, tak jelas dan hanya sekedar peperangan orang aneh dan lemah secara pemikiran. Maaf ini tak menyinggung siapun melainkan mengingatkan kepada pembaca yang sudah terlibat dalam peperangan ini. Yap, Tawuran seolah tiada henti berdeming di kuping kita melihat bahwa banyak sekali kejadian seperti ini yang menjadi buah hasil perseteruan atau kesalahahpahaman sepele dan sekedar unjuk nyali namun sebenarnya penakut, pada teman seusia kita yang katanya masa transisi, pencarian jati diri namun menyimpang dari pencariannya bak preman pasar yang bermental tempe yang melekat pada pelaku the tempe knight of tawuran ini sob. Yap ayo kita simak kisah The Tempe Knigh Of Tawuran ini semoga anda tersadarkan dan kembali pada pencarian jadi diri yang benar. Baca hingga di pikiran kalian sudah berhasrat untuk meninggalkan hal ini. Tancapkan gas lalu fokuskan hingga pada tingkat yang tinggi,Ya baiklah kita mulai. Ini dia Kisahnya.
Pada 22 Mei 2009, kejadian ini bermula pada sebuah kisah dimana pemuda bernama Ucup(nama panggilan nama aslinya ucup sulaiman) mengalami masa transisi dari anak-anak menjadi remaja yang tak disangaka-sangka. Iya sekarang sudah duduk di bangku SMK Otomotif karna bercita-cita menjadi seorang teknisi Luar (bengkel maksudnya). Di SMK ucup memang orang yang pandai bergaul, makanya banyak orang di sekolah mengenalnya bukan karna prestasinya melainkan karna kenakalannya. Disekolah iya selalu menyempatakan diri untuk nongkrong di depan warung kopi dan mesengajakan diri untuk bolos sekolah, Sungguh hebat kan sekolah hanya dijadikan tempat permainan bagi dirinya, sampai drinya pun sering masuk BK atas masalah yang selalu iya perbuat. Di tempat nongkronglah Ucup mengbiskan waktunya dengan mengisap batangan rokok dan minuman aggur merah yang dinikmatinya bersama teman katanya seperjuangan sampai mati, padahal iya sendiri tak mau mati demi temannya. Egois atau sekedar kata heroik tempe, yah pikirkan lah oleh kalian. Di tempat nongkrongnya iya selalu membicarakan musyawarah khusus untuk membuat strategi pertempuran, bisa dengan berbuat permasalahan tak jelas dengan sekolah lain, ejek-ejekan, rebutan ghonimah bukan harta ya melainkan wanita. Sebelum pertempuran dimulai Ucup dan diantara temannya menyempatkan shalat dulu, saya pun tak mengerti apa yang membuat mereka demikian, namun jika melihat itu, ketika akan hubungannya dengan Allah selalu mereka lakukan, Tapi terhadap sesamanya dalam pergaulan mereka tidak jalankan, Nah itulah yang menjadi persoalan mendasar yang jelas Islam tu tidak mengatur hubungan dengan Allah dan dirinya melainkan terhadap sesamanya juga.
Yap, Kembali lagi ke fokus kita mengenai kisah The Tempe Knight Of Tawuran. Ucup selalu menjadi pemimpin di pasukannya lanyaknya seperti panglima perang berpangkat tempe. Iya, selalu membawa senjata tajam yang dibagikan kepada teman-temannya ketia tawuran akan dimulai cuman sekedar menkuti musuhnya saja. Senjata yang dibagikan temannya itu antaralain Gear,pedang dari seng, samurai mainan, pisau lipat, pecut,arit,pacul,garpu maaf ini memang perkakas kebun yang iya sengaja bawa sungguh aneh memang peperangan ini melibatkan perkakas Meditor tinggak 1 katanya, ya saya pun tak mengerti maksudnya. Ucup memang sudah terlibat beberapa kali dengan kepolisian akaibat perbuatannya itu namun tak ada raut penyesalan didalam dirinya, waduh gawat kalau udah hilang akal sehat ini, yah memang ini lah yang harus kita pikirkan perbuatan remaja yang sperti pembunuh berdarah dingin ini. Keprihatinanlah yang terus kita pikirkan bukan padahal pemuda adalah unjuk tombak bangsa, penerus bangsa, harapan bangsa, coba apabila penerus,unjuk tombak dan harapanya kanyak gini semua, bisa hancur dah. Ucup dan gangster juga sudah banyak berbuat kerusakan di lingkungan akibat tawuran dengan sekolah lain yang sama-sama terlibat dalam The Tempe Knight ini.
Kisah klimaksnya ketika pertempuran terakhirnya dengan sekolah SMA swasta sebelum mejelang 2 hari kelulusan. Dimana ketika pertempuran berlangsung saat itu sekolah SMK Ucup terpojokkan dan hampir kalah namun dengan jiwa heroik tempenya Ucup kembali melawan balik sekolah yang menjadi rivalnya itu. Akhirnya,Ucup pun terlibat satu lawan satu dengan panglima dari sekolah tersebut. Ucup berhasil dikalahkan, Namun iya kembali bangkit iya langsung menodogkan pisau dan menembus dada dari panglima sekolah tersebut. Suasana pun menjadi hening dan mencekam, Ucup pun terdiam seolah iya tak menyaka bahwa iya sudah membunuh orang tersebut. Ucup pun akhirnya tertangkap oleh polisi dan didakwa atas pembunuhannya tersebut. Duh padahal 2 hari lagi kelulusannya, namun nampaknya iya harus menunggu 20 tahun lagi didalam jeruji besi dan menghabiskan masa depannya didalam sana.
Ya, sob memang penyesalan selalu datang diakhir, Apabila kita tidak cepat merubah diri kita ini ke jalan yang benar.Itulah yang menjadi akhir perjalanan Ucup yang dijuluki The Tempe Knight. Mungkin banyak sekali Ucup-Ucup diluar sana yang terlibat dalam fenomena seperti ini. Memang inilah fakta yang terjadi pada remaja saat ini sob, Tawuran yang dijadikan sebagai ajang gensional dan ujuk nyali, Padahal semua itu cuma adegan tanpa makna dan tak bertujuan. Banyak sekali teman-teman kita yang terjerumus pada pergaulan yang salah dan menyalahkan dirinya untuk salah. Fenomena Remaja seperti ini sudah menjadi masalah klise di negeri ini. Sistem yang mengatur kehidupan pun tak diterapkan secara keseluruhan terhadap semua aspek dengan memisahkan peran agama dari kehidupan atau yang deisebut sekularisme menjadi hulu daging semua permasalahan ini. Makanya ketika Ucup dkk ibadah pasti taat seperti didalam cerita tadi namun ketika diluar ibadah sudah lain lagi seolah ketaatan akan hubungannya dengan Allah dan sesama sudah hilang. Islam hadir sebagai agama yang mengatur dan memecahkan permasalahan kehidupan, lanyaknya sebuah peta yang menuntun kita ke jalan yang benar. Dan Islam pun mengatur masalah dalam pergaulan. Apabila Islam diterapkan secara menyeluruh, Tentu masalah seperti itu tidak akan terjadi. Dan semua aturan yang tertera dalam Al -Qur'an pasti akan mendatangkan manfaat bagi kita semua. Namun, dalam penerapannya harus ada sebuah negara yang menjadi pondasinya yaitu sebuah negara yang dipimpin oleh seorang khalifah yang akan menerapkan aturan Islam secara menyeluruh dalam kehidupan. Maka tak heran ketika negara ini berdiri pertama kali di madinah sebagai daulah Islam yang dikeplai oleh Rasul banyak sekali sosok mujahid muda yang berani mengobarkan jiwa dan raganya hanya demi Allah semata, Hal seperti itu tentunya berbeda dengan kondisi remaja saat ini kan sob. Sikap seperti itu tentunya terbentuk tidak ujug-ujug namun akibat pola pendidikan yang menekankan kepada keperibadiannya terhadap islam yah contoh ketika kejayaan islam pada masa Khulafaur Abbasiyyah dimana pada masa ini lahirlah para Ulama dan sekaligus Ilmuwan yang sudah mengguncang dunia. Aspek Pendidikan pun seharusnya menjadi pertanyaan penting bahwa Islam itu memang mengatur seluruh aspek.
Memang benar ujung tombak dan harapan negeri ini kalian para remaja namun pada remaja yang sudah mencari jati dirinya sebagai seorang muslim yang kukuh perjuangannya hanya untuk Islam semata. Jadikanlah Islam sebagai jati dirimu sob dan perjuangkanlah Islam agar ataurannya diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. So, Can you make yourself to be Muslim Ideologis,

No comments:
Post a Comment