Ucapan Teguh Seorang Sahabat Series
"Dalam Kesendirian"
"Dalam Kesendirian"
Hidup memang penuh dengan pertayaan, pertanyaan akan setiap permasalahan hidup agar bisa berakhir. Berjalannya waktu setiap masalah pun semakin besar untuk diakhiri. Ya, memang hal ini menimpa seorang pemuda lugu di negeri antah berantah, Entah mengapa ia menghawatirkan dirinya sendiri. ia hanya ingin dilihat bahwa masalahnya bisa hilang di telan bumi. Orang menyebutnya sebagai seorang manusia penuh masalah baik bagi dirinya ataupun masalah dengan orang lain. Hanya masalah saja yang sealu iya pikirkan.
“Hei tuh lihat si muka penuh masalah, hanya masalah yang iya pikirkan apa iya tak punya masa depan, dasar orang yang sangat aneh.” Itulah ucapan-ucapan yang ia terima dari setiap orang ketika bertatap muka dengannya. Sungguh hal ini pun membuat hatinya tertutup untuk pergi keluar rumah dan hidupnya pun hanya menyendiri tak karuhan.Selalu ada yang menjadi pemicu akan semua permasalahannya. Tidak tau mengapa pada hari dimana ia menuangkan jawabannya di selembar kertas untuk diungkapakan pada saat ia memohon bantuan untuk jawabannya tersebut. Lalu, dia pun hanya lelah dan risau padahal semua pertanyaan dalam hidupnya sudah di jawabnya sendiri. Keingintahuan membuatnya terus menghilangkan keirsauan dalam dirinya tiap kali ia berdoa dan beberapa kali usahanya yang ia lakukan selalu menemui jalan buntu. Hidupnya pun mulai putus asa seakan tak seorangpun membantu keinginannya terwujud. Kegundahanya pun mengahantui dirinya setiap hari kegembiraan yang terpancar dari wajahnya menurun, kesehatan tubuhnya pun tidak iya perhatikan. Ditambah lagi, kini hidupnya sebatang kara, orang tuanya sudah lama pergi akibat kecelakaan sepuluh tahun lalu. Dirinya selalu menyendiri, seperti tak ada seorang pun yang membantu dalam permasalah hidup yang kompleks ini. Dia pun selalu memikirkan indahnya mempunyai seorang keluarga yang utuh seperti seseorang yang selalu berbagi kisah manis antara ibu dan anak, yang selalu memberi kasih sayang orang tua yang kini iya tak dapatkan.
Ditengah kepurusasaannya itu iya masih memiliki seorang teman yang selalu bersamanya, Reki adalah sahabat sedari kecil. Mereka dulu selalu bermain bersama, namun setelah beranjak dewasa seolah ada pembatas diantara mereka. Namun melihat Agi yang sering murung dan seolah maslah yang iya derita hanya iya tanggung sendiri, disaat agi duduk di taman kota iya memberanikan diri untuk menjumpai sahabat lamanya yang kini sudah asing lagi bagi dirinya.
“Hei kawan bagaimana kabarmu setiap hari kulihat mengapa muka mu kusam apa kau mempunyai masalah, lalu Apakah masalahmu itu kawan?, ia hanya diam seolah mulut nya berat untuk mengucapkannya”.“Hei sobat kalau memang kau tak mau menceritakannya tidak apa-apa aku pun orang yang egois baru sekarang ini akau bisa menyapamu lagi. Agi apa kau ingat tidak ketika kita kecil dulu, kau selalu menjailiku ketika aku sedang tidur kau memasukan makanan ke mulutku ini. Hahah lucu sekali, dan ibumu selalu mengomelimu dengan berkata “Agi jangan berlaku jail pada Reki kalau reki kenapa-napa kamu mau tanggung jawab, jangan nakal yaa nanti ibu cubit”. Uh, sungguh senang sekali mengingat masa lalu bersamamu Agi.”
“Agi aku tau kau sangat sedih sekali ketika mendengar orangtua telah pergi dan kau pun bermuka masam seperti ada permasalahan yang besar terjadi dalam hidupmu, Namun jangan kau tanggung derita hidupmu ini sendiri kawan, , kau harus kuat Agi jangan jadikan masalah itu menjadi beban berat bagimu, kau bisa curahkan masalahmu itu kepadaku ,Tolonglah sobat aku sangat menecemaskanmu, kau tidak sendirian di dunia ini kau memiliki Allah, Rabb yang selalu memberimu solusi dari setiap masalahmu dan kau pun masih mempunyai orang-orang yang selalu membantumu, aku tidak akan pernah mengacuhkan sahabatku jika kau mempunyai masalah.. Agi pun menjawab dengan pelan pada sahabatnya itu, “Kau tidak seharusnya membantuku, urus dirimu sendiri saja kaupun pasti mempunyai masalah, dan setiap hari pun aku selalu berdoa dan berusaha akan tujuanku ini, namun mengapa aku selalu menemui jalan buntu seolah usaha dan doa ku sia-sia, seolah-olah harapanku semakin sirna dan aku tidak berdaya menghadapi ini semua, apakah aku adalah makhluk hina di dunia ini!!! aku hanya ingin masalah ini cepat teratasi”. Lalu sahabatnya ini menjawab pertanyaan Nya dengan hati tulus dan menyakinkan dengan bersabar dan ikhlas pasti bisa menemui tujuan yang akan dicapai temanya itu.
”Sobat, aku memang tidak seharusnya membantumu akan masalahmu ini, memang aku juga pasti memiliki masalah dalam hidup ini, Tapi, apakah aku hanya diam dan tidak melakukan apa-apa bila ada saudaranya tertimpa masalah, begitupula jika aku tertimpa masalah pasti engkau pun tidak akan diam, Kau seharusnya bersabar dan ikhlas akan masalahmu ini, pasti Allah selalu mempunyai cara lain bagi hambanya dalam menguji keteguhan akan pencapian akhir dari masalahnya tersebut. Kau pula tidak seharusnya menyalahkan dirimu sendiri seolah setiap usaha dan doa mu sia-sia ketahuilah jika kau nyakini ini sebagai langkah-langkah dalam menyelesaikannya, pasti masalahmu ini akan cepat terselesaikan dan tujuanmu itu pasti akan tercapai, hanya perlu menunggu waktu yang tepat, Dan itu hanya allah lah yang mengetahuinya. Kita selaku hambanya hanya bisa berserah diri dan mengabdi padanya, tujuan kita pasti akan kembali kepadanya. Apakah engkau masih menyalahakan dirimu, doa mu, usahamu dan harapan mu itu sia sia sobat!!
Lalu ia menjawab dengan wajah yang berlumuran air mata dan ia sadar bila dia putus asa akan mengakhiri permasalahannya itu Justru itu kan membuat masalah terus menghadapi dirinya. “Aku sudah melupakan kenapa sebenarnya masalah itu selalu menghadangku, itu karna diriku sendiri selalu putus asa dan tak tentu arah pada penyelesaiannya itu, diriku seolah goyah untuk menerimanya, Tapi aku tak selalu risau menghadapi ini semua bila aku mempercayai bahwa aku masih mempunyai allah sebagai sandaraan ku pada masalah ini, aku pula memliki sahabat yang selalu membatu ku, terima kasih sobat kau memang bukan sekedar sahabat bagiku namun seorang kakak yang selalu membimbingku dalam keputsusasaan ini.
Setelah beberapa hari berikutnya, senyuman manis salalu terpancar di wajahnya dan keteguhan akan harapan dari setiap masalah yang menguji drinya, , Ia percaya bahwa pasti semua masalah yang datang akan cepat teratasi bila ia menerima dengan ikhlas dan terus bersabar.
Kita seharusnya meyakini bahwa masalah tidak seharusnya dipandang sebagai sebuah beban. Akan tetapi, kita akan memandang masalah itu adalah kesempatan untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Dari situlah kesuksesan berawal dalam menghadapi sebuah permasalahan. Jika, berfikir seperti itu kita akan menjadikan masalah itu adalah batu pijakan demi meraih kesuksesan dimasa mendatang…
Lalu ia menjawab dengan wajah yang berlumuran air mata dan ia sadar bila dia putus asa akan mengakhiri permasalahannya itu Justru itu kan membuat masalah terus menghadapi dirinya. “Aku sudah melupakan kenapa sebenarnya masalah itu selalu menghadangku, itu karna diriku sendiri selalu putus asa dan tak tentu arah pada penyelesaiannya itu, diriku seolah goyah untuk menerimanya, Tapi aku tak selalu risau menghadapi ini semua bila aku mempercayai bahwa aku masih mempunyai allah sebagai sandaraan ku pada masalah ini, aku pula memliki sahabat yang selalu membatu ku, terima kasih sobat kau memang bukan sekedar sahabat bagiku namun seorang kakak yang selalu membimbingku dalam keputsusasaan ini.
Setelah beberapa hari berikutnya, senyuman manis salalu terpancar di wajahnya dan keteguhan akan harapan dari setiap masalah yang menguji drinya, , Ia percaya bahwa pasti semua masalah yang datang akan cepat teratasi bila ia menerima dengan ikhlas dan terus bersabar.
Kita seharusnya meyakini bahwa masalah tidak seharusnya dipandang sebagai sebuah beban. Akan tetapi, kita akan memandang masalah itu adalah kesempatan untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Dari situlah kesuksesan berawal dalam menghadapi sebuah permasalahan. Jika, berfikir seperti itu kita akan menjadikan masalah itu adalah batu pijakan demi meraih kesuksesan dimasa mendatang…
No comments:
Post a Comment