![]() | |
| Mulailah Bergerak |
| T |
ak
semudah yang dikatakan oleh orang kebanyakan, rintangan selalu dialami oleh
mereka yang gigih dalam perjuangan,
janji telah terukir pada ucapan seorang paman yang rela mendidik dan mebesarkan
Aslan, layaknya seorang anak. Pendidikan berpedang, kepemimpinan dan ilmu lain
tak pernah ia lupa ajarkan pada Aslan. Pamannya hanya ingin Aslan tumbuh
menjadi ksatria pelindung yang akan mewujudkan janji dari kakaknya. Aslan kini
sudah berusia 20 tahun, usia yang cukup untuk menjadi seorang prajurit kerajaan
dan panglima perang. Kepemimpinan kerajaan Khalifans sekarang dipegang oleh
Nandi sanak saudara kerajaan sekaligus adik dari Raja Asgar. Nandi dari dulu
hingga sekarang tidak pernah suka dengan Aslan. Dibalik pintu kamar aslan
terpapar ribuan gambar mengenai strategi perang yang ia ciptakan, Sekaligus
menjadi pengingat untuknya kapan harus bangkit untuk melawan the dark knight.
Dari dulu sampai sekarang Aslan tidak pernah lupa akan perkataan pamannya yaitu
“kau adalah kunci” maksudnya ini pun awalnya tidak diketahui oleh Aslan karna
ia baru pahan ketika sudah dewasa kini.
Dari kejauhan terlihat Aslan yang
mahir berpedang, hingga seluruh prajurit kerajaan menjulukinya “Si Gusar” .
Kepemimpinan Aslan pun tampil mencolok ketika ia menjalankan misi kecil utnuk
mengejar bandit. Jiwa ini tak wujud dengan sendirinya melainkan ada karna sejak
kecil ia merasakan dipimpin oleh seorang paman dan mempunyai ayah yang seorang
pemimpin juga. Suatu hari ia diperintahkan oleh Raja Nandi untuk pergi ke
sebuah desa di ujung kerajaan yang dimana perintahnya untuk membawa sebuah peti
emas yang harus dibagikan kepada warga disana.Yang dimana desa Uifans merupakan
desa perbatasan antara wilayah kerajaan dan wilayah terlarang yang dihuni oleh
monster dan bandit kelas atas, yang mustahil kerajaan hanya mengirim Aslan yang
hanya prajurit kelas bawah ke sana dengan 25 prajurit saja. Perjalanan nan jauh selama 10 hari tuk sampai
membuat persediaan makanan pun menipis karna medan perjalanannya sungguhlah
susah dan tak bersahabat. Tapi karena kegigihan, Aslan terus membawa semangatnya
untuk menuntaskan misi ini.
Terlihat pada hari sebelum pemberian misi
kepada Aslan oleh Raja Nandi,terasa ada hal yang janggal yang dirasakan oleh
pamannya.
“Hai Aslan inginkah kau menjadi prajurit yang
luar biasa hingga menjadi raja yang bijaksana” Ucap Raja Nandi pada Aslan di
Altar Kerajaan.
” Aku ingin Ya mulia, dan akan pasti bias
melampaui keduanya”
Jawab aslan dengan nada enyakinkan, mendengar
hal ini membuat Raja Asgar semakin tertarik dan bertanya kembali pada Aslan.
” Apa kau juga mau menerima misi yang akan
membuat keinginanmu bisa tercapai, jika kau menginginkan akan lebih baik kau
menerima dan taat pada perkataanku Aslan”.
Dengan hal ini Aslan lantas mengatakan kembali
tekadnya.
” Jika itu yang membuatku bisa, aku akan
menerima misi ini dan taat pada perintah yang keluar darimu ya mulia. Lalu Raja
Nandi memberikan misi yang membuat geger paman Asan.
“Apakah
kau mau membawa peti emas ke desa diujung kerajaan Khalifans untuk dibagikan
kepada penduduk disana”. Ucap Raja Nandi pada Aslan.
“Ya,ya mulia” Jawab Aslan.
Melihat
hal ini membuat Pamannya yang saat ini menjadi penasehat kerajaan menolok
perintah Raja Nandi.
“Ya,
Mulia misi ini tidak pantas untuk Aslan desa Uifans adalah desa yang berbahaya
harus prajurit yang berpangkat dan berkemampuan tinggi saja yang pergi kesana,
ia adalah penerus kerajaan ini, menjaganya sudah menjadi tugas kita”. Ucap
penasihat kerajaan kepada Raja Nandi.
“Kali
ini hanya mendengar perkataan dari Aslan, dan ia pun bisa memegang ucapanya
tadi untuk menerima misi dan perintahku ini, benarkah Aslan, apakah kau mau
menerimanya”.
Dengan kekuatan dan pertanggung jawaban pada
setiap kata yang keluar dari mulutnya, Aslan menerima misi ini, walau nyawa
yang menjadi taruhannya.
“Baiklah ya mulia aku akan mengikuti setiap
titahmu”.
Namun, demi mensukseskan niat bulus Raja Nandi
untuk membuat Aslan tak kembali dari misi, ia memberikan hak tak adil kepada
Aslan.
“Dan Aslan aku akan mengangkatmu menjadi
komandan pasukan dalam misi ini dangan membawa 25 pasukan saja”.
Tentu dengan adanya hal demikian, membuat paman
Asan sontak bertanya pada Raja Nandi, bahwa misi ini adalah misi bunuh diri
untuk Aslan karena ialah yang merasa bertanggung jawab melindungi Aslan.
”Ya,,mulia kau tidak bercandakan, misi ini sama
sajadengan membunuhnya”.
Raja Nandi, tak terima dengan ucapan Asan
kepada Aslan. Untuk itulah dia memberikan siasat jahatnya, karena untuk saat
ini hanya ucapan Aslanlah yang berdeming ditelinganya.
“Diamlah paman kau hanya penasihat saja,
sudahku bilang aku sekarang hanya menerima setiap perkataan Aslan”.
“ Aslan tolaklah misi ini”.
Ucap paman Asan dengan muka khawatir dan
kebingungan, namun Aslan tetap teguh pendiriannya untuk menerima misi ini dan
menghiraukan perkataan pamannya.
” Ya, paman sesuai perkataanmu dulu,Seorang
pejuang akan teguh setiap ucapan yang keluar pada mulutnya walau rintangan yang
datang seperti badai menerjang, dengan kegigihan dan kerja kerasku selama ini
tak ada yang aku takutkan pada hal akan yang datang. Paman, aku akan menjalankan
misi ini dengan selamat, aku akan kembali lagi dengan membawa jiwa yang teguh
ini”.
Mendengar hal ini membuat paman Aslan luluh dan
tak bisa menghentikan niat Aslan tersebut.
Perjalanan sudah sampai di desa Uifans di depan
gerbang desa, terlihat desa sedang mengalami kekacauan hingga Aslan turun
tangan dan memerintahkan prajuritnya untuk membawa prajuritnya membersihkan
kekacauan ini dengan melawan para bandit dan monster disana. Aslan kewalahan
melawan mereka wajar prajurit dan musuh berbading 1:2 yang membuat Aslan
akhirnya mati kutu melawan meraka. 23 prajuritnya mati dengan mengenaskan dan
menjadi santapan para monster, hanya Aslan dan 3 prjaurit lagi yang melawan
mereka.Misi yang lancar menurut Aslan menjadi petaka baginya.
“
Komandan Aslan, biarlah kami yang melawan mereka mustahil bagi kita
mengalahkannya setelah perthanananya kacau larilah kau kedalam hutan dan
tinggalkanlah kami, kau adalah kunci kerajaan,jangan sampai mati disini”
Ucapan kepada Aslan dari salah satu
prajuritrnya yang masih tersisa. Mendengar hal ini membuat Aslan tidak akan
meninggalkan prajuritnya dan mensukseskan misi hingga kembali ke kerajaan
dengan selamat. Namun hendak dikata, kekelahan dialami oleh Aslan dan
prajuritnya yang tak tersisa lagi.Misi inipun berakhir dengan kegagalan. Aslan dengan membawa luka di tubuhnya berhasil
keluar dari kejaran mereka dan melarikan diri kehutan terlarang. Hanya
keajaiban yang mampu membuat Aslan bertahan dengan banyak luka ditubuhnya.
Kabar mengenai kematian Aslan
terdengar di Kerajaan Khalifans, hal ini membuat duka terdalam oleh penduduk
kerajaaan, calon raja besar yang gigih telah tiada, terlebih duka yang paling
besar menimpa pamannya,ia tidak kuasa mendengar berita ini dan membuat harapan
Kakaknya Asgar pupus. Dengan adanya berita ini Pamannya pun mengundurkan diri sebagai
penasihat kerajaan dan menetap di suatu desa di kerajaan, merasa seperti orang
gagal dan lagi kepayahan mengurus keponakannya walau marah pada Nandi, raja
yang memerintahkan Aslan misi ini, Namun hal itu membuatnya menjadi sia-sia
saja, nasi sudah menjadi bubur, si kunci kerajaan yang menjadi penghancur the
dark knight telah tiada, kerajaan akan mengalimi petaka jika kedatangannya
tiba. Kegembiraan menggundrungi Raja Nandi misinya sukses besar ditambah lagi
paman yang menjadi penghalangnya telah meninggalakan kerajaan. Akhirnya jeruji
tirani Raja Nandi membawa kerajaan Khalifans menjadi sebuah petaka. Walau ada
hal yang tidak diketahuinya bahwa Aslanlah yang akan berhasil mengalahkan the
dark knight yang akan muncul nanti, itulah janji yang kelak akan terwujud.
END
Lanjut
Ke Jilid 3 : “Mulailah Bergerak”

No comments:
Post a Comment