Thursday, April 21, 2016

Ksatria Perubahan Part 2


Mulailah Bergerak

T
ak semudah yang dikatakan oleh orang kebanyakan, rintangan selalu dialami oleh mereka yang  gigih dalam perjuangan, janji telah terukir pada ucapan seorang paman yang rela mendidik dan mebesarkan Aslan, layaknya seorang anak. Pendidikan berpedang, kepemimpinan dan ilmu lain tak pernah ia lupa ajarkan pada Aslan. Pamannya hanya ingin Aslan tumbuh menjadi ksatria pelindung yang akan mewujudkan janji dari kakaknya. Aslan kini sudah berusia 20 tahun, usia yang cukup untuk menjadi seorang prajurit kerajaan dan panglima perang. Kepemimpinan kerajaan Khalifans sekarang dipegang oleh Nandi sanak saudara kerajaan sekaligus adik dari Raja Asgar. Nandi dari dulu hingga sekarang tidak pernah suka dengan Aslan. Dibalik pintu kamar aslan terpapar ribuan gambar mengenai strategi perang yang ia ciptakan, Sekaligus menjadi pengingat untuknya kapan harus bangkit untuk melawan the dark knight. Dari dulu sampai sekarang Aslan tidak pernah lupa akan perkataan pamannya yaitu “kau adalah kunci” maksudnya ini pun awalnya tidak diketahui oleh Aslan karna ia baru pahan ketika sudah dewasa kini.
            Dari kejauhan terlihat Aslan yang mahir berpedang, hingga seluruh prajurit kerajaan menjulukinya “Si Gusar” . Kepemimpinan Aslan pun tampil mencolok ketika ia menjalankan misi kecil utnuk mengejar bandit. Jiwa ini tak wujud dengan sendirinya melainkan ada karna sejak kecil ia merasakan dipimpin oleh seorang paman dan mempunyai ayah yang seorang pemimpin juga. Suatu hari ia diperintahkan oleh Raja Nandi untuk pergi ke sebuah desa di ujung kerajaan yang dimana perintahnya untuk membawa sebuah peti emas yang harus dibagikan kepada warga disana.Yang dimana desa Uifans merupakan desa perbatasan antara wilayah kerajaan dan wilayah terlarang yang dihuni oleh monster dan bandit kelas atas, yang mustahil kerajaan hanya mengirim Aslan yang hanya prajurit kelas bawah ke sana dengan 25 prajurit saja.  Perjalanan nan jauh selama 10 hari tuk sampai membuat persediaan makanan pun menipis karna medan perjalanannya sungguhlah susah dan tak bersahabat. Tapi karena kegigihan, Aslan terus membawa semangatnya untuk menuntaskan misi ini.
Terlihat pada hari sebelum pemberian misi kepada Aslan oleh Raja Nandi,terasa ada hal yang janggal yang dirasakan oleh pamannya.
“Hai Aslan inginkah kau menjadi prajurit yang luar biasa hingga menjadi raja yang bijaksana” Ucap Raja Nandi pada Aslan di Altar Kerajaan.
” Aku ingin Ya mulia, dan akan pasti bias melampaui keduanya”
Jawab aslan dengan nada enyakinkan, mendengar hal ini membuat Raja Asgar semakin tertarik dan bertanya kembali pada Aslan.
” Apa kau juga mau menerima misi yang akan membuat keinginanmu bisa tercapai, jika kau menginginkan akan lebih baik kau menerima dan taat pada perkataanku Aslan”.
Dengan hal ini Aslan lantas mengatakan kembali tekadnya.
” Jika itu yang membuatku bisa, aku akan menerima misi ini dan taat pada perintah yang keluar darimu ya mulia. Lalu Raja Nandi memberikan misi yang membuat geger paman Asan.
 “Apakah kau mau membawa peti emas ke desa diujung kerajaan Khalifans untuk dibagikan kepada penduduk disana”. Ucap Raja Nandi pada Aslan.
“Ya,ya mulia” Jawab Aslan.
 Melihat hal ini membuat Pamannya yang saat ini menjadi penasehat kerajaan menolok perintah Raja Nandi.
 “Ya, Mulia misi ini tidak pantas untuk Aslan desa Uifans adalah desa yang berbahaya harus prajurit yang berpangkat dan berkemampuan tinggi saja yang pergi kesana, ia adalah penerus kerajaan ini, menjaganya sudah menjadi tugas kita”. Ucap penasihat kerajaan  kepada Raja Nandi.
 “Kali ini hanya mendengar perkataan dari Aslan, dan ia pun bisa memegang ucapanya tadi untuk menerima misi dan perintahku ini, benarkah Aslan, apakah kau mau menerimanya”.
Dengan kekuatan dan pertanggung jawaban pada setiap kata yang keluar dari mulutnya, Aslan menerima misi ini, walau nyawa yang menjadi taruhannya.
“Baiklah ya mulia aku akan mengikuti setiap titahmu”.
Namun, demi mensukseskan niat bulus Raja Nandi untuk membuat Aslan tak kembali dari misi, ia memberikan hak tak adil kepada Aslan.
“Dan Aslan aku akan mengangkatmu menjadi komandan pasukan dalam misi ini dangan membawa 25 pasukan saja”.
Tentu dengan adanya hal demikian, membuat paman Asan sontak bertanya pada Raja Nandi, bahwa misi ini adalah misi bunuh diri untuk Aslan karena ialah yang merasa bertanggung jawab melindungi Aslan.
”Ya,,mulia kau tidak bercandakan, misi ini sama sajadengan membunuhnya”.
Raja Nandi, tak terima dengan ucapan Asan kepada Aslan. Untuk itulah dia memberikan siasat jahatnya, karena untuk saat ini hanya ucapan Aslanlah yang berdeming ditelinganya.
“Diamlah paman kau hanya penasihat saja, sudahku bilang aku sekarang hanya menerima setiap perkataan Aslan”.
“ Aslan tolaklah misi ini”.
Ucap paman Asan dengan muka khawatir dan kebingungan, namun Aslan tetap teguh pendiriannya untuk menerima misi ini dan menghiraukan perkataan pamannya.
” Ya, paman sesuai perkataanmu dulu,Seorang pejuang akan teguh setiap ucapan yang keluar pada mulutnya walau rintangan yang datang seperti badai menerjang, dengan kegigihan dan kerja kerasku selama ini tak ada  yang aku takutkan pada hal  akan yang datang. Paman, aku akan menjalankan misi ini dengan selamat, aku akan kembali lagi dengan membawa jiwa yang teguh ini”.
Mendengar hal ini membuat paman Aslan luluh dan tak bisa menghentikan niat Aslan tersebut.
Perjalanan sudah sampai di desa Uifans di depan gerbang desa, terlihat desa sedang mengalami kekacauan hingga Aslan turun tangan dan memerintahkan prajuritnya untuk membawa prajuritnya membersihkan kekacauan ini dengan melawan para bandit dan monster disana. Aslan kewalahan melawan mereka wajar prajurit dan musuh berbading 1:2 yang membuat Aslan akhirnya mati kutu melawan meraka. 23 prajuritnya mati dengan mengenaskan dan menjadi santapan para monster, hanya Aslan dan 3 prjaurit lagi yang melawan mereka.Misi yang lancar menurut Aslan menjadi petaka baginya. 
 “ Komandan Aslan, biarlah kami yang melawan mereka mustahil bagi kita mengalahkannya setelah perthanananya kacau larilah kau kedalam hutan dan tinggalkanlah kami, kau adalah kunci kerajaan,jangan sampai mati disini”
Ucapan kepada Aslan dari salah satu prajuritrnya yang masih tersisa. Mendengar hal ini membuat Aslan tidak akan meninggalkan prajuritnya dan mensukseskan misi hingga kembali ke kerajaan dengan selamat. Namun hendak dikata, kekelahan dialami oleh Aslan dan prajuritnya yang tak tersisa lagi.Misi inipun berakhir dengan kegagalan. Aslan  dengan membawa luka di tubuhnya berhasil keluar dari kejaran mereka dan melarikan diri kehutan terlarang. Hanya keajaiban yang mampu membuat Aslan bertahan dengan banyak luka ditubuhnya.
            Kabar mengenai kematian Aslan terdengar di Kerajaan Khalifans, hal ini membuat duka terdalam oleh penduduk kerajaaan, calon raja besar yang gigih telah tiada, terlebih duka yang paling besar menimpa pamannya,ia tidak kuasa mendengar berita ini dan membuat harapan Kakaknya Asgar pupus. Dengan adanya berita ini Pamannya pun mengundurkan diri sebagai penasihat kerajaan dan menetap di suatu desa di kerajaan, merasa seperti orang gagal dan lagi kepayahan mengurus keponakannya walau marah pada Nandi, raja yang memerintahkan Aslan misi ini, Namun hal itu membuatnya menjadi sia-sia saja, nasi sudah menjadi bubur, si kunci kerajaan yang menjadi penghancur the dark knight telah tiada, kerajaan akan mengalimi petaka jika kedatangannya tiba. Kegembiraan menggundrungi Raja Nandi misinya sukses besar ditambah lagi paman yang menjadi penghalangnya telah meninggalakan kerajaan. Akhirnya jeruji tirani Raja Nandi membawa kerajaan Khalifans menjadi sebuah petaka. Walau ada hal yang tidak diketahuinya bahwa Aslanlah yang akan berhasil mengalahkan the dark knight yang akan muncul nanti, itulah janji yang kelak akan terwujud.
END

Lanjut Ke Jilid 3 : “Mulailah Bergerak”
           


No comments:

Post a Comment

Quotes

IF YOU CAN'T STAND THE FATIGUE OF STUDY, YOU WILL FEEL THE POIGNANT OF STUPIDITY -IMAM SYAFI'I-

Video of the Day

Contact us

Name

Email *

Message *