![]() |
Ucapan Teguh Seorang Sahabat Series
"Melukiskan Senyuman Diwajahmu" |
Andi memang anak yang baik dan pintar sejak
kecil. Ia kehilangan Ibu dan Ayahnya ketika berumur 4 tahun karena kecalakaan.
Hal ini membuat hak asuh Andi jatuh ke tangan orang lain yang menginginkannya,
wajar karena hanya ibu dan ayahnyalah keluarga yang ia miliki. Tak punya adik,
tak memiliki sanak saudara hanya orang tua tirilah yang ia miliki semenjak
ditinggal oleh kedua orang tuanya.
Andi
Kecil sangatlah piawai dalam pelajaran, setiap soal dari mudah ataupun sulit
bisa ia kerjakan. Ditambah lagi ia pun memliki jiwa kompetisi yang tinggi. Ia
sering mengikuti olimpiade sains hingga ketingkat nasional bahkan Internasional.
Ia kerap kali memenangkannya mulai dari juara satu hingga tiga ia pernah
rasakan. Bidang matematika adalah bidang yang paling ia sukai. Dan untuk hal
lainnya andi mampu menuntaskan pendidikan 12 tahunnya hanya dalam waktu 8
tahun, karena sat itu ia masuk kedalam kelas akselerasi yang diisi oleh orang-orang yang jenius. Bisa dikatakan bahwa
Andi memanglah jenius yang terdidik. Sejak kecil pula ia sudah didik keras oleh
orang tua tirinya untuk menjadi anak yang kuat dan pantang kalah. Namun dibalik
itu semua, Andi tidak penah mendapatkan kasih saying dari kedua orang tuanya.
Melainkan siksaan yang ia terima apabila orang tua tirinya mendengar anaknya
kalah dan bolos dari kelas. Dimata orang tua tirinya Andi adalah robot, yang
diperintah dan terus diperintah tanpa ada perhatian sedikitpun bila salah tamparan,
cacian yang ia dapatkan. Andi memang benci diperlakukan lanyaknya mesin ia
merasa ingin bertemu oleh orang tuanya di alam sana. Hidupnya tidak berarti
lagi, Namun ia selalu mengurung niat bunuh dirinya karena ia berfikir bahwa ia
masih memilki orang tua yang mampu menghidupinya. Mau bagaimana lagi Andi
memang Andi jenius yang terdidik ini memang harapan orang tuan tirinya.
Jenjang
sekolah menengah sudah ia lampaui di usia 14 tahun. Sekarang ia hanya perlu
masuk kuliah di kampus yang terbaik didunia. Tak diterima di kampus terbaik
didunia ia diterima di Tokyo University sebuah kampus terbaik di Jepang dan
terbaik di Asia saat ini. Lingkungan kampus membuat ia semakin banyak
pengetahuan baik ilmu alam maupun ilmu
social yang ada di kampus apalagi kendala Bahasa jepang yang ia hanya bisa
kuasainya dalam 6 bulan yang menambah jumlah kemahiran 4 bahasa yang ia kuasai.
Andi senang dengan ilmu Teknik, ia kerap kali membuat menelitian mebuat mobil yang
bisa terbang dan membuat mesin anti gempa bumi. Sukses besar walau sudah kuliah
jiwa kompetisinya masih ia miliki. Ia serring kali memenangkan lomba jurnal
penelitian. Hasilnya ia ingin berikan kepada orng tua tirinya yang berada di
Indonesia. Bisa bermanfaat bagi mereka merupakan harapan yang ia berikan
padanya. Walau tak seperti dulu sering penyikksaan mereka terhadapnya, namun
sekarang andi hanya bisa bicara dan diomeli lewat telepon saja jika mendengar
berita mengenai kegagalan. Andi jug dikampus bergaul dengan orang Indonesia yng
lainnya disana. Di tempat kost Andi sekamar dengan Rudy. Ketika bertemu dengan
Rudy, Andi sedikit khawatir karena tampangnya yang sedikit gahar, Namun jangan
lait buku dari covernya saja, Rudy Adalah pemuda yang baik nan teguh hatinya.
Andi pula banyak belajar kehidupan dengannya, Selain itu Rudy selalu
mengajarkan dan berdiskusi seputar Islam di Asrama.Ia lelaki yang taat dalam
agamanya. Hal inilah yang merasa nyaman ketika Andi dekat dengannya, Andi dapat
belajar Islam dengannya, yang selama ini Andi jarang sekali dapat waktu untuk
belajar Islam. Seiringnya waktu Andi mengubah penampilan dan kepribadianya yang
dulu. Andi sekarang lebih baik perangainya dan menjadi lelaki yang sholeh.
Selain membaca buku-buku pelajaran, yang dulu ia hanya dselingi dengan komik
sekarang ia ubah dengan diselingi dengan buku tsaqafah Islam dan Tafsir Qur’an
ibnu Katsir yang ia beli sendiri ataupun pemberian dari Rudy. Dahulunya sering
sholat yang belang bentong sekrang Andi sering datang tepat waktu di masjid
central muslimin Jepang bahkan ia kerap kali seringi puasa Sunnah setiap
minggunya. Mungkin hal inilah salahsatu pendorong sahabatnya Rudy yang membuat
Andi berubah.Walau Rudy tak sejenius Andi, baginya Rudy adalah teman terbaik
dan pria sholeh yang mampu membimbingnya menuju jalan kebaikan
Sesudah
4 tahun Andi berkuliah akhirnya kelulusan yang ia terima, sedih meninggalkan
nehgeri sakura ini dan kampus yang mengajarinya banyak hal dan nilai kehidupan,
serta Tempat yang membuat ia bertemu dengan Rudy sang sahabat pengubah dirinya,
ucapan yang membawa doa dari ucapan sahabat. Kini aku lulus dengan bergelar sarjana Teknik Mesin. Hal ini
akan membuatku kembali ke negeriku dengan membawa sejuta mimpi dan harapan,
ucap Andi dengan yakin akan hal tersebut. Walau Rudy sudah lulus terlebih
dahulu dan pergi kembali ke tanah kelahirannya. Karena Rudy terpaut 2 semester
dengannya. Kepergian Rudy membuat sedih Andi, Namun Andi akan bertemu dengannya
kembali jika ia sudah kembali ke Indonesia. Rudy membuka usaha pertanian
disana, dan melanjutkan tanah kosong orang uanya menjadi ladang pertanian,
itulah hal yang dicerita kepadanya.” Apa yang kau lakukan setelah lulus nanti
Dy”, “Insyallah, aku akan membuat usaha pertanian di kampungku” Ow, kebutuhan
pangan mememang utama bagi manusia, sukseslah dy, jika mau buat mesin pertanian
kau bisa minta aku saja, heheh”. Inilah percakapan yang mereka lakukan sebelum
Andi pergi ke kampung halamannya.
Saat
ini aku telah kembali ke negeriku tercinta, riuhan angin dan iklim yang
mebuatku asing ketika aku tinggal di negeri sakura sana, yang sekarang aku
temukan kembali. Iya aku kembali membawa gelar dan mimpi untuk orang tuaku. Aku
akan mengabdi padanya dan mengiraukan perbuatan mereka terhadapku dahulu. Kini
si jenius terdidik ini kembali betemu dengan kedua orang tuanya. Setelah
dirumah yang membuat rindu dirinya, Andi dimintai bekerja di perusahaan
Ayahnya. Wajar Ayah tiri andi adalah kaum borjunis yang memiliki ribuan cabang
usaha. Ia adalah direktur di perusahaannya. Walau tak sesuai dengan gelar dan
title Andi, orangtuanya hanya ingin ia bekerja bersamanya di perusahaan besar
ini. Tak ada kata yang ingin ia ucap tuk menolak karna mimpinya satu ketika
kembali aku ingin membuat senyuman di wajah orang tuaku dan menerimaku dengan
penuh kasih. Sudah 3 tahun Andi bekerja sebagai bawahan ayahnya, walau ia tak
sering dicaci seperti dulu Andi bekerja sebagai agen operator perusahaan, suatu
pekerjaan yang menyeksi data perusahaan orang lain utuk diambil alih oleh
perusahaan ayahnya.Walau demikian Andi sangat tidak selaras dengan pekerjaan
ini karena membuat orang lain jatuh karenya, Namun melihat kerja Andi tersebut
membuat ayahnya tersenyum mungkin hal itulah yang diharapkannya, Walau ia lupa
bahwa seyumnya pun membuat orang lain tak tersenyum olehnya. Walau dirinya tak
mengetahui apa yang ia kerjakan dengan data-data perusahaan orang lain yang ia
coba hancurkan.
“Mr.
Anji Hermawan bapak memliki putra yang sangat cerdas sekali kinerjanya. Yah,
dialah asset tak tergantikan dari perusahaanku, karna kinerja ia selama ini
membuat perusahaan kita tumbuh subur menjadi perusahaan bonafit di kota ini,
saya bersyukur mendidiknya. Percakapannya dengan teman dari perusaahan lain
yang menceritakan mengenai putra yang jenius ini. Mendengar hal ini membuat
Andi berhasil melukiskan harapan orangtua padanya. Inilah mimpi dan harapannya
kembali pada mereka, berguna bagi mereka. Pekerjaan ini membuat Andi lupa diri,
sikapnya berubah kembali terus-menerus memori lalu terluang ayahnya selalu
memberikan data-data yang harus dibereskan yang akhirnya ia kembali seperti
robot orang tuannya.
Kelelahan
dengan pekerjaan yang numpuk membuat Andi terpaksa mengistirahatkan dirinya. Ia
berlibur selama 2 hari dari perusahaan. Andi pergi suatu desa di Bandung mencari
kenyaman nan kesejukan setelah disibukkan dengan kepengapan dunia kerja. Ia
membeli the herbal di pedagang kaki lima disana, tanpa ia ketahui pria yang
bertopi lugu, dan tubuhnya kurus ini, ia
merasa mengingat gelagat sahabat Rudy. Ia dngah bertanya padanya Pak bolehkah
saya tau nama anda. Iyah pak, Saya Rudy Irawan, Pada saat keduanya saling
menatap iya menyadari inilah sahabat terbaiknya Rudy. Rudy, kau jadi pedagang
disini, bukannya kau ingin menjadi insyur pertanian, ucap andi kepada rudy
dengan kagetnya. “Oh, kamu Andi, bagaimana
kabarmu, maaf aku tidak langsung mengingat wajahmu yang sudah berubah
ini dan keperawakanmu juga, Oh ya di duduk sini dulu”. Jawab andi pada andi dan
menajkya ke suatu tempat utnuk berbincang dipinggir pohon dekat dengan tempat
jualannya. Alhambulillah baik Rud, oh ya mengapa kau bekerja disini.Yaya, Di banyak
hal yang aku tidak bisa ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya
sedikit saja. Tiga tahun lalu setelah aku lulus kuliah, akan lambat laun
mendirikan usaha pertanian di desa ini, aku mampu mensukseskan usahaku selama 2
tahun, hasil panen kami paling laku di pasaran dengan keunggulan pangan yang
kami miliki, namun ditengah kesuksesanku aku mengalami gagal panen selama berbulan-bulan. Aku akhirnya
meminjam kepada perusahaan pinjaman usaha untuk membeli bibit tanaman, Namun
ada hal yang membuatku bernasib buruk yang membuat aku bangkrut dan menjual
lahan pertanianku itu. “Maksudmu apa Rud aku tak mengrti hal yang membuatmu
bernasib buruk itu”. Tanya Andi kepada rudy dengan penasaran.” Mmm, ya aku
mungkin terkena tipuan setelah meminjam uang dari perusahaan tersebut, ya
mungkin inilah cobaan yang aku harus aku hadapi, oh ya tenang saja Andi, aku
akan bangkit kembali dan berjuang untuk memperjuangkan mimpiku ini, aku pun
suka pekerjaan sekarang ini. Jawab Rudy kepada Andi. “Ya, bersabarlah, sob
mungkin inilah cobaan yang Allah berikan kepadamu, keep smile aja ya Dy, oh ya
kalau boleh tau perusahaan kotor mana yang menipumu itu. Mmm,itu adalah
perusahaan pinjaman usaha yang besar di desa ini, namanya… Berlian Kencana”. Mendengar
hal itu membuat Andi kaget perusahaan ayahnya selam ini membuat usaha temannya
gulung tikar, ditambah lagi andilah yang bertanggung jawab membereskannya,
hingga ia menghentikan percakapannya dengan Rudy dan pergi kembali kerumah
orangtuanya. Dengan membawa wajah penuh rasa berdosa, ia berkata pada dirinya
apakah pekerjaan yang selama ini dengan membereskan data perusahaan lain adalah
untuk menipu dan menghancurkan perusahaan orang lain. Hal ini membuat andi
bertanya pada ayahnya dan mengajak bicara mengenai hal ini padanya setlah ia
berada di rumah. Namun, ayah menghirukannya dan andi terus bernya, hingga
ayahnya hanya berucap, “benar akulah yang memikul pekerjan seperti itu
diperusaahan, itu demi menjamin perusaahan kita yang cemerlang ini, dan kau
andi kau diamlah akulah yang membuatmu menjadi seperti ini. Akuilah karena ,ku
kau menjadi aset berharga dengan membereskan mereka bagi perusahaan. Tapi, ayah
pekerjaan kotor apa yang kau lakukan kau telah merusak mimpi mereka termasuk
mimpi sahabatku, karena usahamu ini. “dasar bocah tak tau malu, menurutmu siapa
yang merasa bersalah atas mereka, itulah kau andi. Jadi, selama ini aku hanya
robot kau ayah, mengurus data dan menghacurkan usaha mereka, aku, anakmu ini
akan berhenti dan meninggakanmu ayah, kau memang ayah yang buruk.
Dengan
kejadian demikian, membuat andi pergi meninggalkan orangtua tirinya,sudah 5
tahun andi terpisah dengan mereka, ia serang sudah berumah tangga dan sudah
membuat bekel mobil terkenal dengan nama Andi Motor Service yang terletak di
kota Surabaya. Semua orangpun tau bengkel motor yang terkenal ini. Kabar
terdengar dari perusahaan ayah tirinya yang mengalami kebangkrutan dengan
banyaknya hutang dan daya saing yang redup .
Kini Orangtua tirinya, hidup menjadi keluarga biasa yang menurut mereka
adalah aib, yang mereka tak terbiasa dengan kehidupan saat ini. Hingga suatu
ketika di rumah makan Andi dan ayahnya berpapasan, dan ayahnya berkata” Andi..
apa kau andi. “Ayah, sedang apa disini.”Andi kau memang anak yang tau malu ya,
apakah yang kurang kami berikan kepadamu, pergi meninggalkan kami, tanpa kabar
apapun. “Kau Andi pernahkah menyangkal perasaan memiliki. Pikirkanlah jika kau
itu didik untuk kami. Jangan sombong kau bisa sukses, sebelum berhasil apa yang
telah kami lakukan buatmu. Dalam hal ini
kami tak senang bila kau mau pergi meninggalkan kami. Janganlah kau pergi bila
tak membawa nama kami ini. Kau bukanlah
apa-apa kalau bukan karena didikan kami. Hei para pendengar ketahuilah andiku
ini hanya bocah ingusan yang pergi setelah ia sekarang sukses. Andi Kau ingin
melukiskan senyum diwajahku ini, tak sama sekali, kau adalah derita bagi kami.
Hingga akhirnya ayahnya pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada Andi.
Andi
merasa bersalah dan bersedih atas perbuatannya selama ini. Ia kerap kali ingin
bertemu dengan orangtuanya namun ia pun sering kali mengurungkan niatnya itu.
Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk bertemu dengan mereka. Berkenjung
kerumah yang mebuat Andi rindu, Namun rumah besar tersebut kini telah terkunci
rapat dan tertera pelang “sita” di gerbang rumah ini. Melihat hal ini andi
mencoba bertanya kepada tetangga sekitar mengenai keberadaan orangtua
tirinya.Saat ini orang tua tirinya bertempat tinggal di pinggiran kota Jakarta.
Terlihat disebuah desa yang kumuh, ia kemuadian bertanya dengan warga disana
dimana tempat tingga bapak Anji Hermawan, Hingga pada akhirnya ia berhasil
menemukan rumah mereka, dikejauhan bukan pelang sita lagi yang terlihat melainkan
sebuah bendera kuning yang membuat andi hatinya terpojok dan gelisah . Tanpa
dikata lagi itu memang benar jasad kedua orangtua tirinya yang terselumbungi
kaffan terpapar ditengah rumah. Mereka meninggal setelah terjadi kecelakaan
mobil ketika pulang kerumahnya. Perasaan Andi yang jatuh, sedih, merasa berdosa
dan bersalah terpapar diwajahnya. Ucapan permintaan maaf untuk mereka berubah
menjadi ucapan selamat tinggal.
Setelah
kepergian orang tua tirinya, hati andi terus dibumbui rasa berdosa. Sering kali,
setiap Andi berdoa sehabis sholat, “Apakah
inilah yang harus diterima hambamu ini, ya Rabb”. Bertemunya Andi denga sahabat
baiknya pun terjadi kembali. Disebuah rumah makan Andi pun bertemu kembali
dengan Rudy. Kini Rudy sudah tampak bugar dan wajahnya pun bersih yang tak
seperti dulu setelah ia bertemu kembali dengannya. Rudy sekarang sudah sukses
menjadi Insinyur dan pengusaha pertanian di desa dan kotanya mungkin omongannya
dahulu bukan isapan jempol semata. Ketika itu mereka saling bercerita atau berbincang
satu sama lain. Dan Andi pun mulai
bercerita mengenai masalahnya mengenai rasa berdosa kepada orangtua tirinya.
Memang Rudy teman yang baik ketika berdiskusi dan dia pun selalu memberi
solusi. Dia hanya berkata kepadaku dengan ceritaku kepadanya.”Andi apakah kau
sudah melukiskan senyum di wajah mereka, pernahkah berguna bagi mereka, walau
mereka tidak pernah menyadarinya dan apakah kau sudah memaafkan setiap perbuatan
mereka terhadapmu, Jika sudah, pastinya mereka disaat menjelang kematiannya
mereka tersenyum melihat kehadiranmu. Berdoalah kepada Allah semoga, mereka
tersenyum disana serta ditempatkan ditempat terbaik-Nya. Kaukan jenius nan
shaleh tentu kau bisa memikirkannya kan, keep smile”. Hingga terlukislah
senyuman diwajahku ini, Ayah ibuku walau perbuatanku ini amat salah, dan perbuatanmu terhadapku, kau memanglah
orangtuaku yang mendidik dan membesarkanku sejak orangtua kandungku tiada. Akan
ku lukiskan senyuman diwajahmu ayah,ibu tercinta, Andimu ini pun melukiskan
senyuman kepadamu. Ucapan doaku kepadamu.
TAMAT

No comments:
Post a Comment