Thursday, April 21, 2016

Melukiskan Senyuman Diwajahmu



Ucapan Teguh Seorang Sahabat Series
"Melukiskan Senyuman Diwajahmu"
“Kau, Andi pernahkah menyangkal perasaan memiliki. Pikirkanlah jika kau itu didik untuk kami. Jangan sombong kau bisa sukses, sebelum berhasil apa yang telah kami lakukan  buatmu. Dalam hal ini kami tak senang bila kau mau pergi meninggalkan kami. Janganlah kau pergi bila tak membawa nama kami ini.  Kau bukanlah apa-apa kalau bukan karena didikan kami. Hei para pendengar ketahuilah Andiku ini hanya bocah ingusan yang mau pergi setelah ia sukses. Inilah gelagat dan ucapan yang penuh kemarahan setelah Andi bertemu kembali dengan orang tua tirinya dihadapan orang banyak disebuah rumah makan.
Andi memang anak yang baik dan pintar sejak kecil. Ia kehilangan Ibu dan Ayahnya ketika berumur 4 tahun karena kecalakaan. Hal ini membuat hak asuh Andi jatuh ke tangan orang lain yang menginginkannya, wajar karena hanya ibu dan ayahnyalah keluarga yang ia miliki. Tak punya adik, tak memiliki sanak saudara hanya orang tua tirilah yang ia miliki semenjak ditinggal oleh kedua orang tuanya.
            Andi Kecil sangatlah piawai dalam pelajaran, setiap soal dari mudah ataupun sulit bisa ia kerjakan. Ditambah lagi ia pun memliki jiwa kompetisi yang tinggi. Ia sering mengikuti olimpiade sains hingga ketingkat nasional bahkan Internasional. Ia kerap kali memenangkannya mulai dari juara satu hingga tiga ia pernah rasakan. Bidang matematika adalah bidang yang paling ia sukai. Dan untuk hal lainnya andi mampu menuntaskan pendidikan 12 tahunnya hanya dalam waktu 8 tahun, karena sat itu ia masuk kedalam kelas akselerasi yang diisi oleh  orang-orang yang jenius. Bisa dikatakan bahwa Andi memanglah jenius yang terdidik. Sejak kecil pula ia sudah didik keras oleh orang tua tirinya untuk menjadi anak yang kuat dan pantang kalah. Namun dibalik itu semua, Andi tidak penah mendapatkan kasih saying dari kedua orang tuanya. Melainkan siksaan yang ia terima apabila orang tua tirinya mendengar anaknya kalah dan bolos dari kelas. Dimata orang tua tirinya Andi adalah robot, yang diperintah dan terus diperintah tanpa ada perhatian sedikitpun bila salah tamparan, cacian yang ia dapatkan. Andi memang benci diperlakukan lanyaknya mesin ia merasa ingin bertemu oleh orang tuanya di alam sana. Hidupnya tidak berarti lagi, Namun ia selalu mengurung niat bunuh dirinya karena ia berfikir bahwa ia masih memilki orang tua yang mampu menghidupinya. Mau bagaimana lagi Andi memang Andi jenius yang terdidik ini memang harapan orang tuan tirinya.
            Jenjang sekolah menengah sudah ia lampaui di usia 14 tahun. Sekarang ia hanya perlu masuk kuliah di kampus yang terbaik didunia. Tak diterima di kampus terbaik didunia ia diterima di Tokyo University sebuah kampus terbaik di Jepang dan terbaik di Asia saat ini. Lingkungan kampus membuat ia semakin banyak pengetahuan baik  ilmu alam maupun ilmu social yang ada di kampus apalagi kendala Bahasa jepang yang ia hanya bisa kuasainya dalam 6 bulan yang menambah jumlah kemahiran 4 bahasa yang ia kuasai. Andi senang dengan ilmu Teknik, ia kerap kali membuat menelitian mebuat mobil yang bisa terbang dan membuat mesin anti gempa bumi. Sukses besar walau sudah kuliah jiwa kompetisinya masih ia miliki. Ia serring kali memenangkan lomba jurnal penelitian. Hasilnya ia ingin berikan kepada orng tua tirinya yang berada di Indonesia. Bisa bermanfaat bagi mereka merupakan harapan yang ia berikan padanya. Walau tak seperti dulu sering penyikksaan mereka terhadapnya, namun sekarang andi hanya bisa bicara dan diomeli lewat telepon saja jika mendengar berita mengenai kegagalan. Andi jug dikampus bergaul dengan orang Indonesia yng lainnya disana. Di tempat kost Andi sekamar dengan Rudy. Ketika bertemu dengan Rudy, Andi sedikit khawatir karena tampangnya yang sedikit gahar, Namun jangan lait buku dari covernya saja, Rudy Adalah pemuda yang baik nan teguh hatinya. Andi pula banyak belajar kehidupan dengannya, Selain itu Rudy selalu mengajarkan dan berdiskusi seputar Islam di Asrama.Ia lelaki yang taat dalam agamanya. Hal inilah yang merasa nyaman ketika Andi dekat dengannya, Andi dapat belajar Islam dengannya, yang selama ini Andi jarang sekali dapat waktu untuk belajar Islam. Seiringnya waktu Andi mengubah penampilan dan kepribadianya yang dulu. Andi sekarang lebih baik perangainya dan menjadi lelaki yang sholeh. Selain membaca buku-buku pelajaran, yang dulu ia hanya dselingi dengan komik sekarang ia ubah dengan diselingi dengan buku tsaqafah Islam dan Tafsir Qur’an ibnu Katsir yang ia beli sendiri ataupun pemberian dari Rudy. Dahulunya sering sholat yang belang bentong sekrang Andi sering datang tepat waktu di masjid central muslimin Jepang bahkan ia kerap kali seringi puasa Sunnah setiap minggunya. Mungkin hal inilah salahsatu pendorong sahabatnya Rudy yang membuat Andi berubah.Walau Rudy tak sejenius Andi, baginya Rudy adalah teman terbaik dan pria sholeh yang mampu membimbingnya menuju jalan kebaikan
            Sesudah 4 tahun Andi berkuliah akhirnya kelulusan yang ia terima, sedih meninggalkan nehgeri sakura ini dan kampus yang mengajarinya banyak hal dan nilai kehidupan, serta Tempat yang membuat ia bertemu dengan Rudy sang sahabat pengubah dirinya, ucapan yang membawa doa dari ucapan sahabat. Kini aku lulus  dengan bergelar sarjana Teknik Mesin. Hal ini akan membuatku kembali ke negeriku dengan membawa sejuta mimpi dan harapan, ucap Andi dengan yakin akan hal tersebut. Walau Rudy sudah lulus terlebih dahulu dan pergi kembali ke tanah kelahirannya. Karena Rudy terpaut 2 semester dengannya. Kepergian Rudy membuat sedih Andi, Namun Andi akan bertemu dengannya kembali jika ia sudah kembali ke Indonesia. Rudy membuka usaha pertanian disana, dan melanjutkan tanah kosong orang uanya menjadi ladang pertanian, itulah hal yang dicerita kepadanya.” Apa yang kau lakukan setelah lulus nanti Dy”, “Insyallah, aku akan membuat usaha pertanian di kampungku” Ow, kebutuhan pangan mememang utama bagi manusia, sukseslah dy, jika mau buat mesin pertanian kau bisa minta aku saja, heheh”. Inilah percakapan yang mereka lakukan sebelum Andi pergi ke kampung halamannya.
            Saat ini aku telah kembali ke negeriku tercinta, riuhan angin dan iklim yang mebuatku asing ketika aku tinggal di negeri sakura sana, yang sekarang aku temukan kembali. Iya aku kembali membawa gelar dan mimpi untuk orang tuaku. Aku akan mengabdi padanya dan mengiraukan perbuatan mereka terhadapku dahulu. Kini si jenius terdidik ini kembali betemu dengan kedua orang tuanya. Setelah dirumah yang membuat rindu dirinya, Andi dimintai bekerja di perusahaan Ayahnya. Wajar Ayah tiri andi adalah kaum borjunis yang memiliki ribuan cabang usaha. Ia adalah direktur di perusahaannya. Walau tak sesuai dengan gelar dan title Andi, orangtuanya hanya ingin ia bekerja bersamanya di perusahaan besar ini. Tak ada kata yang ingin ia ucap tuk menolak karna mimpinya satu ketika kembali aku ingin membuat senyuman di wajah orang tuaku dan menerimaku dengan penuh kasih. Sudah 3 tahun Andi bekerja sebagai bawahan ayahnya, walau ia tak sering dicaci seperti dulu Andi bekerja sebagai agen operator perusahaan, suatu pekerjaan yang menyeksi data perusahaan orang lain utuk diambil alih oleh perusahaan ayahnya.Walau demikian Andi sangat tidak selaras dengan pekerjaan ini karena membuat orang lain jatuh karenya, Namun melihat kerja Andi tersebut membuat ayahnya tersenyum mungkin hal itulah yang diharapkannya, Walau ia lupa bahwa seyumnya pun membuat orang lain tak tersenyum olehnya. Walau dirinya tak mengetahui apa yang ia kerjakan dengan data-data perusahaan orang lain yang ia coba hancurkan.
            “Mr. Anji Hermawan bapak memliki putra yang sangat cerdas sekali kinerjanya. Yah, dialah asset tak tergantikan dari perusahaanku, karna kinerja ia selama ini membuat perusahaan kita tumbuh subur menjadi perusahaan bonafit di kota ini, saya bersyukur mendidiknya. Percakapannya dengan teman dari perusaahan lain yang menceritakan mengenai putra yang jenius ini. Mendengar hal ini membuat Andi berhasil melukiskan harapan orangtua padanya. Inilah mimpi dan harapannya kembali pada mereka, berguna bagi mereka. Pekerjaan ini membuat Andi lupa diri, sikapnya berubah kembali terus-menerus memori lalu terluang ayahnya selalu memberikan data-data yang harus dibereskan yang akhirnya ia kembali seperti robot orang tuannya.
            Kelelahan dengan pekerjaan yang numpuk membuat Andi terpaksa mengistirahatkan dirinya. Ia berlibur selama 2 hari dari perusahaan. Andi pergi suatu desa di Bandung mencari kenyaman nan kesejukan setelah disibukkan dengan kepengapan dunia kerja. Ia membeli the herbal di pedagang kaki lima disana, tanpa ia ketahui pria yang bertopi  lugu, dan tubuhnya kurus ini, ia merasa mengingat gelagat sahabat Rudy. Ia dngah bertanya padanya Pak bolehkah saya tau nama anda. Iyah pak, Saya Rudy Irawan, Pada saat keduanya saling menatap iya menyadari inilah sahabat terbaiknya Rudy. Rudy, kau jadi pedagang disini, bukannya kau ingin menjadi insyur pertanian, ucap andi kepada rudy dengan kagetnya. “Oh, kamu Andi, bagaimana  kabarmu, maaf aku tidak langsung mengingat wajahmu yang sudah berubah ini dan keperawakanmu juga, Oh ya di duduk sini dulu”. Jawab andi pada andi dan menajkya ke suatu tempat utnuk berbincang dipinggir pohon dekat dengan tempat jualannya. Alhambulillah baik Rud, oh ya mengapa kau bekerja disini.Yaya, Di banyak hal yang aku tidak bisa ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya sedikit saja. Tiga tahun lalu setelah aku lulus kuliah, akan lambat laun mendirikan usaha pertanian di desa ini, aku mampu mensukseskan usahaku selama 2 tahun, hasil panen kami paling laku di pasaran dengan keunggulan pangan yang kami miliki, namun ditengah kesuksesanku aku mengalami gagal  panen selama berbulan-bulan. Aku akhirnya meminjam kepada perusahaan pinjaman usaha untuk membeli bibit tanaman, Namun ada hal yang membuatku bernasib buruk yang membuat aku bangkrut dan menjual lahan pertanianku itu. “Maksudmu apa Rud aku tak mengrti hal yang membuatmu bernasib buruk itu”. Tanya Andi kepada rudy dengan penasaran.” Mmm, ya aku mungkin terkena tipuan setelah meminjam uang dari perusahaan tersebut, ya mungkin inilah cobaan yang aku harus aku hadapi, oh ya tenang saja Andi, aku akan bangkit kembali dan berjuang untuk memperjuangkan mimpiku ini, aku pun suka pekerjaan sekarang ini. Jawab Rudy kepada Andi. “Ya, bersabarlah, sob mungkin inilah cobaan yang Allah berikan kepadamu, keep smile aja ya Dy, oh ya kalau boleh tau perusahaan kotor mana yang menipumu itu. Mmm,itu adalah perusahaan pinjaman usaha yang besar di desa ini, namanya… Berlian Kencana”. Mendengar hal itu membuat Andi kaget perusahaan ayahnya selam ini membuat usaha temannya gulung tikar, ditambah lagi andilah yang bertanggung jawab membereskannya, hingga ia menghentikan percakapannya dengan Rudy dan pergi kembali kerumah orangtuanya. Dengan membawa wajah penuh rasa berdosa, ia berkata pada dirinya apakah pekerjaan yang selama ini dengan membereskan data perusahaan lain adalah untuk menipu dan menghancurkan perusahaan orang lain. Hal ini membuat andi bertanya pada ayahnya dan mengajak bicara mengenai hal ini padanya setlah ia berada di rumah. Namun, ayah menghirukannya dan andi terus bernya, hingga ayahnya hanya berucap, “benar akulah yang memikul pekerjan seperti itu diperusaahan, itu demi menjamin perusaahan kita yang cemerlang ini, dan kau andi kau diamlah akulah yang membuatmu menjadi seperti ini. Akuilah karena ,ku kau menjadi aset berharga dengan membereskan mereka bagi perusahaan. Tapi, ayah pekerjaan kotor apa yang kau lakukan kau telah merusak mimpi mereka termasuk mimpi sahabatku, karena usahamu ini. “dasar bocah tak tau malu, menurutmu siapa yang merasa bersalah atas mereka, itulah kau andi. Jadi, selama ini aku hanya robot kau ayah, mengurus data dan menghacurkan usaha mereka, aku, anakmu ini akan berhenti dan meninggakanmu ayah, kau memang ayah yang buruk.
            Dengan kejadian demikian, membuat andi pergi meninggalkan orangtua tirinya,sudah 5 tahun andi terpisah dengan mereka, ia serang sudah berumah tangga dan sudah membuat bekel mobil terkenal dengan nama Andi Motor Service yang terletak di kota Surabaya. Semua orangpun tau bengkel motor yang terkenal ini. Kabar terdengar dari perusahaan ayah tirinya yang mengalami kebangkrutan dengan banyaknya hutang dan daya saing yang redup .  Kini Orangtua tirinya, hidup menjadi keluarga biasa yang menurut mereka adalah aib, yang mereka tak terbiasa dengan kehidupan saat ini. Hingga suatu ketika di rumah makan Andi dan ayahnya berpapasan, dan ayahnya berkata” Andi.. apa kau andi. “Ayah, sedang apa disini.”Andi kau memang anak yang tau malu ya, apakah yang kurang kami berikan kepadamu, pergi meninggalkan kami, tanpa kabar apapun. “Kau Andi pernahkah menyangkal perasaan memiliki. Pikirkanlah jika kau itu didik untuk kami. Jangan sombong kau bisa sukses, sebelum berhasil apa yang telah kami lakukan  buatmu. Dalam hal ini kami tak senang bila kau mau pergi meninggalkan kami. Janganlah kau pergi bila tak membawa nama kami ini.  Kau bukanlah apa-apa kalau bukan karena didikan kami. Hei para pendengar ketahuilah andiku ini hanya bocah ingusan yang pergi setelah ia sekarang sukses. Andi Kau ingin melukiskan senyum diwajahku ini, tak sama sekali, kau adalah derita bagi kami. Hingga akhirnya ayahnya pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada Andi.
            Andi merasa bersalah dan bersedih atas perbuatannya selama ini. Ia kerap kali ingin bertemu dengan orangtuanya namun ia pun sering kali mengurungkan niatnya itu. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk bertemu dengan mereka. Berkenjung kerumah yang mebuat Andi rindu, Namun rumah besar tersebut kini telah terkunci rapat dan tertera pelang “sita” di gerbang rumah ini. Melihat hal ini andi mencoba bertanya kepada tetangga sekitar mengenai keberadaan orangtua tirinya.Saat ini orang tua tirinya bertempat tinggal di pinggiran kota Jakarta. Terlihat disebuah desa yang kumuh, ia kemuadian bertanya dengan warga disana dimana tempat tingga bapak Anji Hermawan, Hingga pada akhirnya ia berhasil menemukan rumah mereka, dikejauhan bukan pelang sita lagi yang terlihat melainkan sebuah bendera kuning yang membuat andi hatinya terpojok dan gelisah . Tanpa dikata lagi itu memang benar jasad kedua orangtua tirinya yang terselumbungi kaffan terpapar ditengah rumah. Mereka meninggal setelah terjadi kecelakaan mobil ketika pulang kerumahnya. Perasaan Andi yang jatuh, sedih, merasa berdosa dan bersalah terpapar diwajahnya. Ucapan permintaan maaf untuk mereka berubah menjadi ucapan selamat tinggal.
            Setelah kepergian orang tua tirinya, hati andi terus dibumbui rasa berdosa. Sering kali, setiap  Andi berdoa sehabis sholat, “Apakah inilah yang harus diterima hambamu ini, ya Rabb”. Bertemunya Andi denga sahabat baiknya pun terjadi kembali. Disebuah rumah makan Andi pun bertemu kembali dengan Rudy. Kini Rudy sudah tampak bugar dan wajahnya pun bersih yang tak seperti dulu setelah ia bertemu kembali dengannya. Rudy sekarang sudah sukses menjadi Insinyur dan pengusaha pertanian di desa dan kotanya mungkin omongannya dahulu bukan isapan jempol semata. Ketika itu mereka saling bercerita atau berbincang satu sama lain. Dan Andi pun mulai  bercerita mengenai masalahnya mengenai rasa berdosa kepada orangtua tirinya. Memang Rudy teman yang baik ketika berdiskusi dan dia pun selalu memberi solusi. Dia hanya berkata kepadaku dengan ceritaku kepadanya.”Andi apakah kau sudah melukiskan senyum di wajah mereka, pernahkah berguna bagi mereka, walau mereka tidak pernah menyadarinya dan apakah kau sudah memaafkan setiap perbuatan mereka terhadapmu, Jika sudah, pastinya mereka disaat menjelang kematiannya mereka tersenyum melihat kehadiranmu. Berdoalah kepada Allah semoga, mereka tersenyum disana serta ditempatkan ditempat terbaik-Nya. Kaukan jenius nan shaleh tentu kau bisa memikirkannya kan, keep smile”. Hingga terlukislah senyuman diwajahku ini, Ayah ibuku walau perbuatanku ini amat salah,  dan perbuatanmu terhadapku, kau memanglah orangtuaku yang mendidik dan membesarkanku sejak orangtua kandungku tiada. Akan ku lukiskan senyuman diwajahmu ayah,ibu tercinta, Andimu ini pun melukiskan senyuman kepadamu. Ucapan doaku kepadamu.

TAMAT

No comments:

Post a Comment

Quotes

IF YOU CAN'T STAND THE FATIGUE OF STUDY, YOU WILL FEEL THE POIGNANT OF STUPIDITY -IMAM SYAFI'I-

Video of the Day

Contact us

Name

Email *

Message *